:: Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh :: Selamat datang di website resmi Masjid Amal Bakti - Puncak Sekuning - Palembang :: Semoga isi dari website ini bisa bermanfaat untuk kita semua :: Terima kasih atas kunjungannya :: Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh ::
===========================================================
===========================================================

Jumat, 30 September 2011

Apa Yang Hendaknya Kita Lakukan dan Tidak Kita Lakukan Pada Hari Jum'at


Sebagai ummat Muslim, kita hendaknya mengetahui apa keutamaan hari Jumat dibandingkan dengan hari yang lain, dan apa yang hendaknya kita lakukan dan apa yang seharusnya tidak kita lakukan.


# Keutamaan hari Jumat adalah:


1)-Sebaik-baik hari

Sabda Nabi Shalallaahu 'alaihi wa sallam : “Hari terbaik yang memancarkan sinar mataharinya ialah hari Jumaat. Padanya diciptakan Adam AS, padanya dimasukkan dia ke dalam syurga dan padanya dikeluarkan dia darinya. Dan tidak akan berlaku hari Kiamat kecuali pada hari Jumaat.” (Sahih Muslim: 854 )


2)-Hari Kiamat datang pada hari Jumat.

Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam menjelaskan, “Tidaklah makhluk melata kecuali pasti sangat cemas pada hari Jum’at sejak subuh tiba hingga matahari terbit, karena takut jika kiamat datang. Kecuali manusia dan jin.” (HR Ibnu Hibban).


3)-Pada hari Jumat ada saat dikabulkannya Do’a

Rasulullah saw bersabda: “Pada hari itu ada saat dimana tidaklah seorang hamba yg muslim berdoa sedang ia juga mendirikan shalat,lalu ia memohon kepada Allah sesuatu,kecuali ia akan diberi.” (Hr. Bukhori)


4)-Hari pengampunan Dosa

Rasulullah saw bersabda, ” Dari shalat sampai shalat pada shalat 5 waktu dan Jum’at sampai Jum’at,dari ramadhan sampai ramadhan berikutnya adalah penebus dosa dosa diantaranya jika pada masa itu dosa dosa besar dijauhi.” ( HR. Muslim ). Atau dalam riwayat lain Rasulullah menjelaskan, “Barangsiapa berwudlu dengan baik, kemudian mendatangi Jum’at lalu mendengarkan dan diam,diampuni dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at sebelumnya,dan ditambah 3 hari.” ( HR.Muslim ).



# Yang Hendaknya kita lakukan pada hari Jumat adalah:


1)-Mandi dan berwangi-wangian (bagi lelaki saja).

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Mandi pada hari Jumaat itu wajib bagi setiap orang yang sudah baligh. Hendaklah dia menggosok gigi dan memakai wewangian jika mempunyainya.” (Shahih, al-Bukhari:880, Muslim:846). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)


2)-Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik hari ialah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah shalawat ke atas ku pada hari tersebut. Sesungguhnya shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.” (Shahih, Abu Daud:1047, dishahihkan oleh al-Arnaouth)


3)-Memperbanyak berdoa terutama diakhir waktu ashar.

Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Pada hari Jumaat terdapat dua belas jam, pada waktu itu tidaklah seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkannya. Oleh karena itu, carilah ia diakhir waktu setelah shalat ashar.” (Shahih Abu Daud: 1048, di shahihkan oleh al-Hakim, adz-Dzahabi, an-Nawawi dan al-Albani)


4)-Membaca surah al-Kahfi.

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Barang siapa yang membaca surah al-Kahfi pada hari Jumaat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumaat.” (Shahih, al-Hakim:3392, dishahihkan oleh al-Albani)


5)-Bersegera dengan berjalan kaki ke masjid.

Kata Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang mandi pada hari Jumaat (seperti mandi janabat), kemudian bersegera dengan berjalan kaki, tidak menaiki kenderaan, dan mendatangi imam lalu mendengar (khutbah) dan tidak bermain-main, maka adalah baginya setiap langkah (bersamaan) amalan puasa dan solat selama setahun.” (Shahih Sunan Abi Daud: 345, al-Albani menshahihkannya)


6)-Memenuhi shaf terdepan.

Kata Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam: “Jika kalian atau mereka mengetahui apa yang terdapat dihadapan shaf paling depan, nescaya akan dilakukan undian. [untuk mendapatkan shaf terdepan]” (Shahih, Muslim:439)


7)-Sholat tahiyyatul masjid apabila tiba di masjid, walaupun imam sedang berkhutbah.

Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Jika salah seorang dari kalian tiba (di masjid) pada hari Jumaat dan imam sedang berkhutbah, maka solatlah dua rakaat dan ringkaskanlah shalat tersebut.” (Shahih, Muslim:875)


8)-Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)



# Yang seharusnya tidak kita lakukan pada hari Jumat adalah:


1)-Datang terlambat ke masjid.

Kata Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam: “Pada hari Jumaat para malaikat duduk di pintu-pintu masjid, bersama mereka lembaran-lembaran catatan. Mereka mencatat (orang-orang yang datang shalat), apabila imam telah keluar (untuk memberi khutbah), maka lembaran-lembaran itu ditutup.” (Hadits Hasan, Ahmad:21756, dinilai Hasan oleh al-Albani)


2)-Membaca al-Quran atau memasang rakaman bacaan al-Quran dengan kuat.

Kata Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam: “Ketahuilah sesungguhnya kalian semua bermunajat kepada Tuhan. Oleh karena itu, janganlah sebahagian kalian mengganggu sebahagian yang lainnya, dan janganlah sebahagian mengangkat suara atas yang lainnya dalam membaca al-Quran”, atau baginda berkata “di dalam solat.” (Shahih, Abu Daud:1332, dishahihkah oleh Ibn Abdil Barr dan al-Albani)


3)-Bermain tasbih, bersiwak dan lain-lain ketika mendengar khutbah.

Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa memegang batu kerikil [ketika khutbah], maka dia telah berbuat hal yang sia-sia.” (Shahih, Muslim:857)


4)-Masih melakukan urusan keduniaan apabila adzan telah berkumandang.

Firman Allah subhanhu wa ta’ala : “Wahai orang-orang Yang beriman! apabila diserukan azan untuk mengerjakan sembahyang pada hari Jumaat, maka segeralah kamu pergi (ke masjid) untuk mengingati Allah dan tinggalkanlah berjual-beli (pada saat itu); Yang demikian adalah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui ” (Surah al-Jumuah:9)


5)-Bercakap ketika sedang ada khutbah.

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika engkau berkata kepada teman engkau “Diam” pada hari Jumaat dan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah membuat sesuatu yang sia-sia.” (Sahih,al-Bukhari:934, Muslim:851)


6)- Bersandar ke dinding dan tidak menghadap khatib.

Kata Ibn Mas’ud r.a: “Jika Rasulullah SAW sudah berdiri tegak di atas mimbar, maka kami menghadapkan wajah kami ke arah beliau.” (Hasan, at-Tirmizi:509, disahihkan oleh al-Albani)


7)-Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah

“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Sumber

Baca Selengkapnya......

Kamis, 29 September 2011

Ketika "Rapper" Masuk Islam



Beralih memeluk Islam, seorang tak hanya harus mengucap syahadat. Mereka pun memasukkan sikap "tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai nabi" dalam kehidupan sehari-hari.

Namun menjadi seorang penyanyi rap, situasi menjadi sedikit lebih rumit. Kemampuan teknis--mempelajari ritme, membangun kosakata, plus mengolah suara--sering membutuhkan tahunan untuk melatih, dan belum termasuk perkara tak kecil soal membentuk beat, dan produksi musik.

Sementara para rapper yang beralih Islam juga harus mengubah gaya hidup mereka. Menjadi pengetahuan umum dalam industri musik rap, penyanyi rap paling sukses di pasar memfokuskan lagu-lagu dan penampilan mereka di publik dengan beberapa daftar kecil: masa lalu miskin, obat-obatan--terutama sebagai pengedar--, senjata, rekaman kriminal, uang cepat datang, dan wanita.

Dua hal yang mustahil bertemu. Namun dalam sebuah film dokumenter terbaru berjudul "New Muslim Cool" tentang muallaf Puerto Rico, Hamza Perez, yang akhirnya berhenti menjadi pengedar obat-obatan demi memeluk Islam, ternyata tak berhenti dengan hip-hop.

Kehidupan Hamza yang baru kini lebih kaya dengan hal-hal tak biasa, seperti penyerbuan FBI tiba-tiba ke dalam masjidnya tanpa alasan, hingga pengalaman mendidik penghuni sel di penjara negara bagian sampai ijin keamanan dan masuk penjara secara misterius diganti.

Pendengar idealnya pun tak lagi label besar, melainkan para pemuda di sudut-sudut jalan, merekalah yang disodori Hamza album lagu sekaligus cara menempuh hidup barunya.

Ia tidak menganggap hal itu aneh. Ia menganggap musiknya sebagai bentuk dakwah atau pencapaian religius. "New Muslim Cool" sendiri akan diputar di PBS pada 23 Juni mendatang. Sementara label rekaman album Hamza, berbasis di Bay Area--wilayah dimana terdapat salah satu konsentrasi hip-hop Islam di Paman Sam.

"Oh saya cinta menjadi warga Bay," ujar Tyson Amir Mustafa, seperti yang dikutip oleh San Fransisco Chronicle. Amir-Mustafa, 29 tahun, warga asli San Jose, juga penyanyi rap yang beralih memeluk Islam. Ia sendiri telah melepas empat album rap bernuansa Islamnya.

"Islam masih muda di sini. Komunitas Musim masih membentuk identitasnya, dan cara hidup Islam adalah identitas utama Muslim Amerika, tanpa dipertanyakan dua hal itu dapat berjalan beriringan.

Dan hal kedua yang menjadi identitas tersebut tak lain adalah hip-hop. Banyak penyanyi rap lokal Islam telah menyanyi jauh sebelum mereka menjadi Muslim.

"Saya mulai menulis puisi, memenangkan penghargaan penulisan puisi ketika saya masih 10 tahun," ujar Amir Abdul-Shakur, 26 tahun, asal Oakland. "Lalu saya mulai manajamkan kemampuan rap saya di tengah-tengah sekolah," imbuhnya.

Abdul Shakur yang bernyanyi rap di bawah nama Five Eighty, memeluk Islam pada 2000 silam. Ia mengaku tidak menemukan kontradiksi. "Namun ada banyak hal yang tidak bisa saya ucapkan. Ada banyak hal yang tidak bisa saya lakukan lagi," ujarnya.

Hal-hal itu tentu saja termasuk minum alkohol, menggunakan obat-obatan, segala perilaku kriminal, dan seks bebas. Amir Abdul Shakur dan Tyson Amir Mustafa menikah semua.

Itu mungkin terlihat sulit untuk menciptakan lirik dengan keterbatasan, hingga mereka menyadari keduanya mampu memiliki topik lebih besar ketimbang rapper arus besar lain; perjalanan pribadi mereka. Lagi pula semua pasar rap bercampur dengan usia sama--siapa yang bisa mengambil resiko berbeda dan penghargaan ketimbang penyanyi rap Muslim muallaf.

"Kamu sepenuhnya telah berbeda," ujar Amir-Mustafa. "Orang-orang telah melihat ke arahmu dengan semua asosiasi dan pandangan selip. Lantas mengapa tidak ambil saja kesempatan itu untuk menyoal hal-hal yang tak biasa mereka dengarkan, seperti integritas? Mengapa tidak bicara mengapa kau putuskan berjalan ke arah berbeda?" papar Amir-Mustafa panjang lebar.

Sumber

Baca Selengkapnya......

Rabu, 28 September 2011

Jadwal Sholat Kota Palembang Bulan Dzulqa'dah 1432 H (29 September - 27 Oktober 2011 M)

Klik pada gambar untuk resolusi gambar yang lebih tinggi. Semoga jadwal sholat bulan Dzulqa'dah 1432 H (29 September - 27 Oktober 2011 M) ini bisa membantu dan bermanfaat khususnya untuk masyarakat kota Palembang.


Baca Selengkapnya......

Kisah Abu Nawas : Ketenangan Hati



Sudah lama Abu nawas tidak dipanggil ke istana untuk menghadap Baginda. Abunawas juga sudah lama tidak muncul di kedai teh. Kawan-kawan Abunawas banyak yang merasa kurang bergairah tanpa kehadiran Abu nawas. Tentu saja keadaan kedai tak semarak karena Abu nawas si pemicu tawa tidak ada.

Suatu hari ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai teh menanyakan Abu nawas. la mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari rnasalah pelik yang dihadapi. Salah seorang teman Abunawas ingin mencoba menolong. "Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barang-kali aku bisa membantu." kata kawan Abunawas.

"Baiklah. Aku mempunyai rumah yang amat sempit. Sedangkan aku tinggal bersama istri dan kedelapan anak-anakku. Rumah itu kami rasakan terlalu sempit sehingga kami tidak merasa bahagia." kata orang itu membeberkan kesulitannya.

Kawan Abunawas tidak mampu memberikan jalan keluar, juga yang lainnya. Sehingga mereka menyarankan agar orang itu pergi menemui Abunawas di rumahnya saja. Orang itu pun pergi ke rumah Abunawas. Dan kebetulan Abu Nawas sedang mengaji.

Setelah mengutarakan kesulitan yang sedang dialami, Abunawas bertanya kepada orang itu.

"Punyakah engkau seekor domba?"

"Tidak tetapi aku mampu membelinya." jawab orang itu.

"Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu." Abunawas menyarankan.

Orang itu tidak membantah. la langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abunawas. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas.

"Wahai Abunawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba." kata orang itu mengeluh.

"Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu" kata Abunawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung membeli beberapa ekor unggas yang kemudian dimasukkan ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi ke rumah Abu Nawas.

"Wahai Abu Nawas,aku telah melaksanakan saran-saranmu dengan menambah penghuni rumahku dengan beberapa ekor unggas. Namun begitu aku dan keluargaku semakin tidak betah tinggal di rumah yang makin banyak penghuninya. Kami bertambah merasa tersiksa." kata orang itu dengan wajah yang semakin muram.

"Kalau begitu belilah seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu" kata Abu Nawas menyarankan.

Orang itu tidak membantah. la langsung ke pasar hewan membeli seekor anak unta untuk dipelihara di dalam rumahnya.

Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas. la berkata, "Wahai Abu Nawas, tahukah engkau bahwa keadaan di dalam rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah menjadi lebih mengerikan dari pada hari-hari sebelumnya. Wahai Abu Nawas, kami sudah tidak tahan tinggal serumah dengan binatang-binatang itu." kata orang itu putus asa.

"Baiklah, kalau kalian sudah merasa tidak tahan maka juallah anak unta itu." kata Abu Nawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung menjual anak unta yang baru dibelinya.

Beberapa hari kemudian Abu Nawas pergi ke rumah orang itu "Bagaimana keadaan kalian sekarang?" Abu Nawas bertanya.

"Keadaannya sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak lagi tinggal disini." kata orang itu tersenyum.

"Baiklah, kalau begitu sekarang juallah unggas-unggasmu." kata Abu Nawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung menjual unggas-unggasnya.

Beberapa hari kemudian Abu Nawas mengunjungi orang itu. "Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?" Abu Nawas bertanya.

"Keadaan sekarang lebih menyenangkan karena unggas-unggas itu sudah tidak tinggal bersama kami." kata orang itu dengan wajah ceria.

"Baiklah kalau begitu sekarang juallah domba itu." kata Abu Nawas.

Orang itu tidak membantah. Dengan senang hati ia langsung menjual dombanya.

Beberapa hari kemudian Abu Nawas bertamu ke rumah orang itu. la bertanya, "Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?"

"Kami merasakan rumah kami bertambah luas karena binatang-binatang itu sudah tidak lagi tinggal bersama kami. Dan kami sekarang merasa lebih berbahagia daripada dulu. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abu Nawas." kata orang itu dengan wajah berseri-seri.

"Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat dari Tuhan maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu." kata Abu Nawas menjelaskan.

Dan sebelum Abu Nawas pulang, ia bertanya kepada orang itu, "Apakah engkau sering berdoa ?"

"Ya." jawab orang itu.

"Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian yang sebenarnya."

Sumber : Buku Kisah 1001 Malam, Abu Nawas Sang Penggeli Hati, karangan MS. Rahimsyah

Baca Selengkapnya......