:: Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh :: Selamat datang di website resmi Masjid Amal Bakti - Puncak Sekuning - Palembang :: Semoga isi dari website ini bisa bermanfaat untuk kita semua :: Terima kasih atas kunjungannya :: Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh ::
===========================================================
===========================================================

Selasa, 17 Januari 2012

Yakin Agama Bukan Materi, Paul Martin Bersyahadat di Toko Es Krim


Lelaki Inggris itu masih seorang mahasiswa ketika ia memutuskan beralih memeluk Islam empat tahun lalu. Tempatnya bersyahadat pun tak biasa yakni di toko es krim di kota Manchester.

Paul Martin, 27 tahun, bosan menyaksikan gaya hidup hedonis dari banyak teman-temannya di universitas. Alih-alih ia tertarik dengan aktivitas mencari ilmu dan pengetahuan, kegiatan yang ia sebut titik utama Islam.

Perjumpaannya dengan seorang Muslim yang lebih tua lantas mengubah hidupnya.

"Saya suka cara para pelajar Muslim membawakan diri mereka. Sangat indah untuk berpikir bahwa ada orang yang hanya memiliki satu pasangan dan bersetia selama hidupnya dan tidak melakukan perbuatan yang bisa menyakiti tubuh," ungkapnya.

Paul mengaku lebih menyukai gaya hidup Islami dan ia pun mencoba mengkaji Alquran. "Saya kagum melihat keutaman dalam Islam ternyata pada ilmu," ungkapnya lagi.

Seorang teman Muslimnya kemudian mengenalkan Paul dengan seorang dokter Muslim yang beberapa tahun lebih tua. "Kami pergi dan berbincang di kedai kopi. Beberapa pekan kemudian kami mampir ke restoran es krim dan di sanalah saya mengutarakan keinginan menjadi Muslim," tuturnya.

Dalam toko es krim itu pula dituntun si dokter dan disaksikan dua temannya, Paul mengucapkan syahadat. "Saya tahu beberapa orang ingin melakukan dengan formal di dalam masjid, tapi saya berpikir agama bukanlah materi, melainkan apa yang ada dalam hatimu," ungkapnya.

Paul mengaku tak pernah ke masjid sebelum menjadi Muslim. Pasalnya, kadang ia merasa terintimidasi. 'Maksudnya, saya selalu berpikir tidak masuk kriteria seorang Muslim. Namun tak ada yang tak mungkin, anda bisa menjadi Muslim Inggris dan tetap mengenakan celana jins, kaos, kemeja, juga jaket," ungkapnya. Kini, imbuhnya, di masjid yang kerap ia sambangi di Leeds, banyak bahasa diucapkan dan juga banyak jamaah mualaf dari berbagai kebangsaan.

Saat memeluk Islam, Paul mengakui tak serta merta memberi tahu keluarnganya. "Saya tak bisa sekedar pulang lalu berkata saya sudah jadi Muslim. Ada proses bertahap," tuturnya.

Ia pun mengalami proses panjang sebelum beralih menjadi Muslim ketika ia mulai tak menyantap babi dan tidak menenggak alkohol lagi. "Tapi kami masih menggelar makan malam bersama di Hari Ahad, namun hanya menyediakan kambing, itu pun halal." tutur Paul.

"Terus terang jika dulu ada seorang teman di kampus berkata, 'Kamu akan menjadi Muslim,' saat itu saya tidak akan mempercayainya meski berjuta tahun lamanya. Itu lompatan tak terbayangkan dan berlebihan," ujarnya. "Namun kini, siapa yang bisa menduga dan saya baru saja kembali dari menunaikan ibadah Haji."

Sumber

Baca Selengkapnya......

Pertama ke Masjid, Khadijah Roebuck Kendarai Mobil Sport dengan Musik Bising


Wanita ini terlahir 48 tahun lalu dengan nama Tracey Roebuck dalam keluarga Kristen taat. Ia menikah selama duapuluh lima tahun dan rajin mengunjungi gereja bersama anak-anaknya setiap pekan ketika mereka tinggal di rumah.

Kini ia sudah bercerai. Dalam enam bulan terakhir ia telah menjadi Muslim. Namun ia kadang ia masih tak yakin apa yang memotivasinya untuk membuat perubahan besar dalam hidup meski ia yakin dengan agama yang dipeluknya sekarang.

"Saya tahu bakal terdengar aneh, namun satu hari saya adalah Tracey yang masih Krisen dan pada hari berikut saya adalah Khadijah seorang Muslim dan semuanya terlihat benar," tuturnya.

Sebelum menjadi Muslim, yang Khadijah pahami soal Islam hanyalah tak menenggak alkohl dan tak menyantap babi. "Saya masih ingat pertama kali berkendara ke masjid. Saat itu lucu. Saya mengendarai mobil sport dengan musik keras-keras" kenangnya.

Khadijah tak yakin bakal dibolehkan masuk namun ia nekat. "Saya bertanya siapa yang bertanggung jawab di sini. Saat itu saya tak tahu bahwa ia adalah imam. Kini siapa menyangka saya mengenakan jilbab dan shalat lima kali dalam sehari," ujarnya.

Saat memeluk Islam, putranya adalah orang yang pertama kali kaget bercampur ngeri. "Ia sulit mempercayai. Yang paling sulit adalah ibu saya mengingat ia adalah pemeluk Katholik Roma taat," tutur Khadijah. Ibunya tidak bisa menerima sama sekali perubahan putrinya.

"Tapi yang terutama yang saya rasakan saat memeluk Islam adalah perasaan damai yang tak bisa saya temukan di Masjid, itu sangat menarik," ungkapnya. Perasaan itu, imbuh Khadijah, kian kental dan menguat saat Ramadhan tiba. "Saya sungguh mencintai setiap detiknya hingga hari terakhir Ramadhan, saya bahkan menangis," tuturnya.

Saat menjadi Muslim ia menyadari bahwa banyak orang di luar agama tersebut bingung membedakan antara Islam dan budaya. Khadijah mulai memahami bahwa Muslim membawa budaya mereka yang berbeda ke masjid begitu pula adat dan intepretasi berbeda. "Ada muslim Saudi, Mesir, Pakistan dan tentu saja ada saya di sana," ungkapnya.

Khadijah tak ingin terjebak dalam satu budaya. Ia selalu mencoba berbaur dan berteman dengan siapa pun. "Saya bisa dimana saja karena itu banyak saudara sesama Muslim berkata, "Itulah mengapa kami mencintaimu Khadijah, kamu menjadi dirimu sendiri."

Sumber

Baca Selengkapnya......

Memperbanyak Sujud


Dikisahkan oleh Rabiah bin Ka’ab al-Aslami, bahwa pada suatu malam ia pernah menyediakan seember air wudhu dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan Rasulullah SAW. Melihat kebaikan yang dilakukan oleh Rabiah, Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah sesuatu dariku, wahai Rabiah.”

Rabiah pun menyebutkan permintaannya. “Wahai Rasulullah, aku minta agar Allah menjadikanku sebagai pendampingmu di surga kelak.” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah tak ada permintaan selain itu?”

“Tidak ada, wahai Baginda Nabi. Hanya itu yang ingin aku minta darimu,” jawab Rabiah. “Jika demikian, maka jagalah dirimu untuk memperbanyak sujud.” (HR Muslim).

Sujud pada hakikatnya bukanlah sekadar gerakan dan ritual yang ada dalam shalat. Lebih dari itu, sujud adalah salah satu bentuk kepasrahan secara total dengan merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan keagungan Allah yang Mahakuasa. Sujud merupakan bentuk pengharapan rida dan cinta dari Zat Yang Maha Melihat, serta bentuk syukur atas beragam nikmat Allah, dan kecemasan dari azab Allah yang Mahadahsyat.

Sujud ialah bukti keimanan seorang Mukmin. “Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu, mereka segera bersujud seraya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS al-Sajdah [32]: 15).

Selain itu, sujud juga merupakan bukti nikmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya’qub), dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam [19]: 58).

Sujud juga momen paling intim antara seorang hamba dengan Tuhannya. “Sesungguhnya saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud.” (HR Muslim). Karena sujudlah, seorang manusia mendapat predikat Ibadurrahman, hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang, dan dijamin masuk surga. “Dan Ibadurrahman (hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang) ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan, mereka adalah orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS al-Furqan [25]: 63-64).

Dengan sujud pula Allah mengangkat derajat para sahabat Rasul dan menjadikan mereka sebagai golongan paling mulia dalam sejarah umat manusia. “Muhammad itu adalah utusan Allah. Dan, orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang dengan sesama mereka. Kamu melihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS al-Fath [48]: 39). Wallahu a’lam.

Sumber

Baca Selengkapnya......

Jumat, 13 Januari 2012

Mengapa Manusia Jadi Khalifah Di Bumi ?


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (QS. Al-Baqarah 2 : 30)

Tugas manusia sebagai khalifah di bumi ini, selain tugas utamanya, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, manusia Allah turunkan ke bumi dengan segala fasilitasnya yang telah Allah sediakan dan tentunya bukan untuk dipergunakan begitu saja, melainkan untuk dijaga, dilestarikan, dimanfaatkan keberadaannya.

@@@ Manusia Sebagai Khalifah Di Bumi - Pemimpin Dirinya Sendiri @@@

Manusia sebagai khlaifah di bumi artinya setiap manusia adalah khalifah, pemimpin bagi dirinya sendiri sebelum menjadi pemimpin saudaranya yang lain.

Sudahkah kita menjadi pemimpin diri kita sendiri ??? Dengan belajar mengontrol apa yang ada dipikiran kita, hati kita, tingkah laku dan sikap kita bagaimana seharusnya yang baik untuk ditampilkan, tanpa kita
sadari bahwa kita sedang memimpin diri kita sendiri.

Kita hidup di dunia akan selau dihadapkan pada dua pilihan, yaitu akan selalu berujung dengan baik atau buruk. Apakah itu bersangkutan dengan diri kita sendiri, alam ini, atau hubungan kita dengan saudara-saudara kita yang lainnya. Itulah kelebihan kita lainnya sebagai manusia, yaitu diberi-Nya pilihan.

Dengan akal manusia memiliki kebebasan berfikir dan kemampuan memilih yang menjadi dasar adanya pertanggungjawaban atas pilihannya.

@@@ Tugas Manusia Sebagai Khalifah Di Bumi @@@

Lalu, apa tugas kita manusia sebagai khalifah di bumi ??? Selain tugas manusia sebagai khalifah di bumi yang utama, yaitu beribadah kepada Sang Maha Pencipta, tugas yang lainnya manusia sebagai khalifah di bumi ini adalah menjaga alam dan isinya.

Manusia dilengkapi hidup dan kehidupannya denga akal dan kalbu. Dengan akal manusia bisa berpikir, mengembangkan alat dan teknologi untuk mempermudah hidup dan kehidupannya yang melahirkan sains dan teknologi.

Dengan kalbu manusia bisa mengembangkan hidupnya dengan tenggang rasa, solidaritas, cinta, kasih sayang, berbagi dan peduli dengan sesamanya yang melahirkan kolektivitas dan kebersamaan. Dengan kalbu, manusia dapat mengembangkan hidupnya dengan nilai keruhaniaan (spiritualitas) yang menyebabkannya dapat merasakan adanya kekuatan di luar dirinya (kekuatan supernatural). Singkatnya, akal dan kalbu melahirkan peradaban manusia yang komprehensif meliputi aspek intelektual, emosi, spiritual, ekonomi, dan sosial)

Manusia sebagai khalifah memiliki kedudukan sebagai "wakil Allah" yang bertugas untuk mengelola alam raya sebaik mungkin sesuai keinginan Allah sebagai pemberi amanah. Manusia dituntut untuk menciptakan harmoni, baik dengan Allah sebagai pemberi amanah, dengan alam sekitar sebagai objek yang diamanahkan, dan sesama manusia sebagai partner dalam menjalankan amanah tersebut.

Allah menciptakan manusia untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Arti dari manusia sebagai khlaifah adalah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi penguasa dan mengatur semua yang ada di bumi, mulai tumbuhan, hewan, sungai, air, hutan, laut, dan lain-lain. Alam yang telah memberi kita bahan untuk hidup, yang telah membuat kita merasa nyaman berada di bumi, harus kita jaga keberadaannya. Yaitu dengan menggunakan apa yang ada di alam secukupnya tanpa harus berlebihan.

Peran pertama manusia sebagai khalifah adalah al'imarah (memakmurkan bumi) dan peran kedua manusia sebagai khalifah adalah arri'ayah (menjaga bumi dari upaya perusakan yang datang dari semua pihak)

Manusia sebagai khalifah harus dapat memanfaatkan semua yang ada di muka bumi ini demi kemaslahatannya.

Tugas lain manusia sebagai khalifah di bumi adalah saling menyayangi dan menolong sesama saudaranya, sesama umat manusia. Allah menciptakan kita beragam bukan untuk saling menjatuhkan, atau saling bermusuhan melainkan untuk saling mengenal. Supaya kita bisa belajar antara satu sama lainnya. Karena itu jangan jadikan perbedaan yang ada sebagai alasan perpecahan.

Kita hidup di dunia ini butuh orang lain, antara satu sama lainnya saling ketergantungan. Tanamkan rasa toleransi, sayang menyayangi, dan senantiasa saling tolong menolong, serta selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Selain itu, tugas manusia sebagai khalifah di bumi adalah memelihara bumi, termasuk di dalamnya memelihara akidah dan akhlak manusia yang berperan sebagai Sumber Daya Manusia, serta mencegah perbuatan jahiliyah (merusak dan menghancurkan alam).

Manusia yang mampu menjalankan hal-hal yang telah disebutkan tersebut, menandakan sunatullah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi sudah sungguh-sungguh dilaksanakan dengan baik oleh manusia itu, khususnya manusia yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

***

Dalam kerangka kehambaan dan kekhalifahan di atas, penciptaan potensi manusia, kebebasan dan pilihan bebas yang dimiliki manusia menjadi bermakna. Kehadiran Rasul dengan kitab suci dan misinya menjadi jelas manfaat dan kegunaannya. Masalahnya, terpulang kepada kesadaran manusia, akan diarahkan kemana hidup yang singkat ini ???

Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan Segala Kemuliaan. Curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, juga kepada para keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan semesta Alam. Amiin.

Sumber

Baca Selengkapnya......