:: Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh :: Selamat datang di website resmi Masjid Amal Bakti - Puncak Sekuning - Palembang :: Semoga isi dari website ini bisa bermanfaat untuk kita semua :: Terima kasih atas kunjungannya :: Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh ::
===========================================================
===========================================================

Kamis, 22 Desember 2011

Fenomena Boyband di Kalangan Remaja


It's.. ladiest time !!!" demikianlah konsep acara yang diusung salah satu stasiun televisi swasta dalam ajang Boyband.

Boyband adalah sekumpulan cowok yang bisa dan pede nyanyi nggak cuma di kamar mandi atau dalam kamar yang terkunci; terus punya tampang enak dipandang; dan terakhir biasanya mereka punya jurus pamungkas tebar pesona yang bisa bikin para cewek histeria.

Dulu, boyband dikenal sebagai grup pop yang beranggota tiga sampai enam lelaki muda, mereka harus bisa menari. Bukan memainkan musik layaknya sebuah group band.

Seiring perkembangan era, banyak boyband yang lahir dikemudian hari cuma bermodalkan tampang, pintar menari, dan mengandalkan vokal yang pas-pasan.

= APA YANG DICARI ??? =

"Bikin Keren.. Bikin Beken".. Inilah jargon yang sering kali terdengar dalam ajang boyband. Bagi para peserta, lolos audisi dan berhak berlaga di babak final berarti jalan menuju ketenaran kian terbuka lebar.

Sebab, boyband dengan wajah eye catching, cool dan penampilan yang menawan udah pasti menjadi bintang pujaan para wanita. Ini berarti alamat kebanjiran order dan penghargaan guna memancing pasar remaja khususnya kaum hawa. Gimana nggak tergoda jadi boyband. Populer, tajir dan dipuja para wanita. Khususnya remaja putri.

Bagi para penonton wanita, sepertinya menikmati wajah tampan menjadi daya tarik tersendiri. Dalam obrolan cewek, udah jadi tren punya idola yang layak dipuja, yang mengisi ruang imajinasinya dan ditempel posternya di kamar tidur. Inilah yang memancing kehadiran mereka dalam setiap konser-konser boyband tanah air maupun mancanegara. Siapa tahu ada yang bisa dijadiin idola baru. Kok bisa ya ???

Kenapa nggak ??? Inikan wajar. Demi memenuhi naluriah standar manusia yang suka kepada lawan jenis, pasti cewek atau cowok suka curi-curi pandang bin cari perhatian plus cari kecengan. Basi banget kalo nggak punya idola yang cute bin charming.

Emang basi kalo nggak punya idola ??? Tapi lebih basi lagi kalau kita keliru mengambil idola. Makanya carilah idola yang bisa mengajak kita ke arah kebaikan dunia-akhirat. Bukan yang malah menghanyutkan kita dalam arus budaya hedonis. Betul ???

= JANGAN TERJEBAK BUDAYA HEDONIS =

Maraknya kepedulian pihak produsen tv dalam menggali potensi remaja kian disambut baik oleh masyarakat. Khususon oleh generasi muda. Remaja merasa punya wadah untuk menyalurkan bakat dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Sehingga pantas diorbitkan untuk jadi penyanyi solo, boyband, group band, komedian, hingga juru dakwah.

Menjadi idola seperti diidamkan banyak remaja memang identik dengan bintang iklan, bintang tamu, bintang sinetron, dan bintang di atas panggung. Sejumlah status yang menjanjikan materi. Udah gitu, popularitas dengan cepat diraih karena setiap lika-liku kehidupannya pun tak lepas dari sorotan kamera dan headline media massa.

Padahal status selebriti yang disandangnya menuntut kehidupan glamour dengan biaya yang nggak sedikit. Otomatis tingginya ongkos hidup untuk tetep eksis sebagai bintang dan demi mempertahakan ketenaran memaksanya berlari mengejar materi. Yup, mereka mesti berlari dalam track gaya hidup hedonis tanpa garis finis jika tak ingin disalip idola-idola baru.

Tanpa disadari, kelahiran idola-idola baru turut mempopulerkan budaya hedonis di tengah masyarakat. Sebuah budaya yang mendorong para pelakunya untuk berfoya-foya dan ngabisin waktunya demi ngegeber pemenuhan kesenangan duniawi.

Kehidupan mewah yang mereka pertontonkan, atau kemolekan tubuh yang mereka obral menjadi ikon kebahagiaan dunia.

Walhasil, masyarakat secara umum, terutama para penggemarnya terhanyut dalam pemujaan terhadap sosok idola. Bahaya tuh !!!

= KENDALIKAN NAFSU DENGAN ISLAM =

Banyak yang berpikir kalau kekayaan dan ketenaran itu menyenangkan dan membahagiakan. Padahal apa yang kita pikir dan kita lihat menyenangkan di dunia kenyataan berbicara sebaliknya.

Kekayaan yang berlimpah dan popularitas bisa bikin kita nggak pernah merasa puas. Yang ada, kita malah jadi konsumtif dan kufur nikmat.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya : "Kalaulah anak Adam memiliki satu bukit emas, ia akan bernafsu untuk memiliki dua bukit. Dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah" (HR. Muslim)

Terlebih lagi banyak hal yang nggak bisa dibeli dengan harta dan popularitas. Persahabatan sejati, kasih sayang yang murni, ketenangan diri, pahala, dosa, surga atau neraka. Karena itu, jangan biarkan kecintaan terhadap materi dan popularitas menguasai diri kita.

Jangan biarkan dunia hiburan menghanyutkan diri kita dalam budaya hedonis. Jangan biarkan kehadiran idola baru memaksa kita memuja mereka !!!

Kita harus sadar, kalau hidup HARUS punya aturan main yang jelas, tegas dan benar. Kita yang sudah besar ini pantas punya kemandirian dan standar buat ngukur perilaku yang mau kita kerjakan.

Jangan asal ngikut ajakan temen, terjebak oleh opini media massa, atau malah pakai prinsip trial and error. Sama saja kita mempertaruhkan hidup kita. Padahal kita nggak pernah tahu sampai kapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan izin untuk kita menghirup oksigennya dengan gratis. Makanya, pantas rasanya kita sebagai remaja Muslim pakai aturan hidup Islam untuk jinakkin hawa nafsu kita. Bukan yang lain !!!

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang artinya : "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata" (QS. Al-Ahzab 33 : 36)

Dan kita tahu, nafsu kita akan sulit terkendali kalo sendirinya alergi untuk menghadiri forum-forum kajian Islam untuk mencerahkan pemikiran kita. Makanya ikut ngaji !!!

Satu hal yang mesti kita ingat, jadi anak ngaji bukan berarti nggak boleh kreatif. Kalau kamu punya potensi yang bisa disalurkan untuk kemajuan Islam dan Kaum Muslimin, why not !!!

Asal tetep dalam jalur yang benar dan baik dalam kacamata Islam. Oke ??? Mulai sekarang, jadi anak ngaji dan ukir prestasi !!!

Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan Segala Kemuliaan. Curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, juga kepada para keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan semesta Alam. Amiin.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar